Pidato Presiden Tegaskan Komitmen Peningkatan Pendidikan
16/07/2025 : 08.00 WIB
Pada 15 Agustus 2025, Presiden Republik Indonesia menyampaikan pidato kenegaraan yang menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan kembali ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan karena berperan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya alokasi anggaran pendidikan yang besar dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan anggaran pendidikan tetap menjadi salah satu pos terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini ditujukan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Presiden juga menyampaikan kebijakan peningkatan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pendidikan. Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan peningkatan gaji dan penyesuaian tunjangan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Pemerintah meyakini bahwa guru yang sejahtera akan lebih fokus dan optimal dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Selain guru ASN, pemerintah memberikan perhatian serius kepada guru non-ASN. Dalam pidato tersebut, Presiden menegaskan peningkatan dan perluasan tunjangan bagi guru non-ASN agar kesejahteraan mereka lebih terjamin. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antarpendidik dan menciptakan rasa keadilan di lingkungan sekolah.
Di bidang sarana pembelajaran, Presiden mengumumkan percepatan distribusi perangkat belajar pintar ke sekolah-sekolah, khususnya di daerah terpencil dan tertinggal. Perangkat digital ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi serta memperluas akses informasi bagi peserta didik. Pemerintah menilai digitalisasi pendidikan sebagai langkah penting menghadapi tantangan era global.
Presiden juga menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran. Penguatan kurikulum, pelatihan guru, dan pengembangan karakter peserta didik menjadi bagian dari strategi besar pembangunan pendidikan nasional. Pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berintegritas.
Dalam pidatonya, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pendidik, dan masyarakat, untuk bersama-sama mendukung agenda peningkatan pendidikan. Kolaborasi yang kuat dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Secara keseluruhan, pidato Presiden pada 15 Agustus 2025 mencerminkan komitmen nyata pemerintah terhadap masa depan pendidikan Indonesia. Dengan dukungan anggaran yang besar, peningkatan kesejahteraan guru, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pemerintah optimistis pendidikan akan menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.
Ria Pusparini berkontribusi dalam penulisan artikel ini.