Program Sekolah Rakyat yang mulai berjalan pada Juli 2025
19/07/2025 : 13.00 WIB
Program Sekolah Rakyat (People’s Schools) resmi mulai dijalankan secara nasional pada pertengahan Juli 2025 dan menjadi salah satu kebijakan pendidikan yang paling banyak mendapat perhatian publik. Program ini diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai upaya nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan yang selama ini menghadapi berbagai hambatan untuk bersekolah.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai layanan pendidikan gratis dan berasrama, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pembelajaran formal, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, konsumsi, dan pendampingan. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan kondusif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah melakukan berbagai persiapan penting, termasuk pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Guru-guru yang terlibat dipersiapkan tidak hanya untuk mengajar, tetapi juga berperan sebagai pendamping yang memahami latar belakang sosial dan psikologis peserta didik Sekolah Rakyat. Pendekatan ini menekankan pendidikan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Selain pelatihan guru, orientasi peserta didik direncanakan mulai 14 Juli 2025 sebagai bagian dari proses adaptasi awal. Kegiatan orientasi bertujuan membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, aturan asrama, serta membangun rasa percaya diri dan kebersamaan sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Program Sekolah Rakyat juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendidikan antar kelompok sosial. Dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin, program ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Pendidikan diposisikan sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meski mendapat dukungan luas, pelaksanaan Sekolah Rakyat juga menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan infrastruktur, ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas, serta keberlanjutan pendanaan menjadi aspek yang perlu terus diawasi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran di berbagai daerah.
Di sisi lain, respons masyarakat terhadap program ini cenderung positif. Banyak pihak menilai Sekolah Rakyat sebagai terobosan kebijakan yang progresif karena tidak hanya memberikan akses sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak dapat belajar tanpa dibebani persoalan ekonomi keluarga.
Secara keseluruhan, dimulainya Program Sekolah Rakyat pada Juli 2025 menandai langkah penting dalam reformasi pendidikan nasional. Dengan pendekatan pendidikan gratis, berasrama, dan berorientasi pada keadilan sosial, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak Indonesia.
Ayu Wardani berkontribusi dalam penulisan artikel ini.