Ragam Penerapan Gaya Belajar dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
3/09/2025 : 10.00 WIB
Setiap peserta didik memiliki karakteristik unik dalam menerima dan mengolah informasi, yang dikenal sebagai gaya belajar. Perbedaan ini meliputi kecenderungan visual, auditori, dan kinestetik. Pemahaman terhadap ragam gaya belajar menjadi aspek penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Dalam konteks ini, layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis untuk membantu peserta didik mengenali dan mengoptimalkan gaya belajar yang sesuai dengan karakteristik dirinya.
Layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah pribadi dan sosial, tetapi juga berperan mendukung perkembangan akademik. Melalui layanan bimbingan belajar, konselor membantu peserta didik memahami cara belajar yang paling efektif bagi dirinya. Pemahaman ini mendorong peserta didik menjadi pembelajar yang lebih mandiri dan percaya diri.
Gaya belajar visual ditandai dengan kemampuan memahami informasi melalui penglihatan. Peserta didik dengan kecenderungan ini lebih mudah belajar melalui gambar, diagram, warna, dan media visual lainnya. Dalam layanan bimbingan dan konseling, konselor dapat memanfaatkan peta konsep, infografik, dan video edukatif agar materi bimbingan lebih mudah dipahami dan menarik.
Sementara itu, peserta didik dengan gaya belajar auditori cenderung lebih efektif menyerap informasi melalui pendengaran. Diskusi, penjelasan lisan, dan tanya jawab menjadi pendekatan yang tepat bagi kelompok ini. Dalam layanan bimbingan dan konseling, konselor dapat mengoptimalkan pendekatan auditori melalui diskusi kelompok dan dialog reflektif yang terstruktur.
Gaya belajar kinestetik menekankan pada aktivitas fisik dan pengalaman langsung. Peserta didik dengan gaya belajar ini lebih mudah memahami konsep melalui praktik dan keterlibatan aktif. Dalam layanan bimbingan dan konseling, pendekatan kinestetik dapat diterapkan melalui simulasi, permainan peran, dan aktivitas yang melibatkan gerak.
Penerapan berbagai gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling menjadikan layanan lebih inklusif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Pendekatan yang beragam memungkinkan konselor menjangkau seluruh peserta didik dengan karakteristik belajar yang berbeda, sehingga layanan tidak bersifat satu arah dan monoton.
Pemahaman gaya belajar juga membantu konselor mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar peserta didik secara lebih akurat. Banyak hambatan belajar muncul karena ketidaksesuaian antara strategi belajar dan gaya belajar individu. Melalui konseling, peserta didik dibantu menyesuaikan strategi belajarnya agar lebih efektif.
Dalam praktiknya, konselor dianjurkan untuk mengombinasikan berbagai gaya belajar dalam satu layanan. Pendekatan multimodal ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses materi bimbingan melalui berbagai jalur belajar, sehingga pemahaman menjadi lebih optimal.
Meskipun demikian, penerapan gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling menuntut kesiapan dan kreativitas konselor. Keterbatasan waktu, media, dan sarana perlu dikelola secara efektif agar layanan tetap berkualitas dan bermakna.
Dengan demikian, ragam penerapan gaya belajar dalam layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan BK. Melalui pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada peserta didik, layanan bimbingan dan konseling dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan akademik, pribadi, dan sosial peserta didik.
Suhas Caryono berkontribusi dalam penulisan artikel ini.