Peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan Seruan Penguatan Kesejahteraan Guru
26/11/2025 : 10.00 WIB
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang berlangsung pada 25–26 November menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Berbagai kegiatan peringatan digelar di tingkat nasional dan daerah sebagai bentuk penghormatan kepada para guru. Momen ini juga menjadi ruang refleksi atas peran strategis guru sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada peringatan tahun ini, isu kesejahteraan guru menjadi sorotan utama. Banyak pihak menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan guru. Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus, profesional, dan termotivasi dalam menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa.
Selain kesejahteraan, penguatan kompetensi guru juga menjadi perhatian dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025. Tantangan pendidikan di era digital menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi guru dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan pendidikan.
Pemerintah dalam berbagai kesempatan menyampaikan komitmen untuk terus memperbaiki kesejahteraan guru, baik guru ASN maupun non-ASN. Upaya tersebut mencakup peningkatan gaji, tunjangan, serta perluasan akses pelatihan dan pengembangan profesional. Kebijakan ini diharapkan dapat menjawab aspirasi guru yang selama ini disuarakan.
Di berbagai daerah, peringatan Hari Guru Nasional dirayakan dengan upacara, seminar, dan kegiatan apresiasi guru. Sekolah dan pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada guru berprestasi yang dinilai berjasa dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Kegiatan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi guru di tengah berbagai keterbatasan.
Masyarakat dan orang tua siswa juga turut memberikan perhatian dalam peringatan Hari Guru Nasional. Banyak yang menyampaikan apresiasi kepada guru melalui media sosial dan kegiatan sekolah. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk membangun citra positif profesi guru dan memperkuat kepercayaan terhadap institusi pendidikan.
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 juga menjadi pengingat akan tantangan yang masih dihadapi guru di lapangan. Ketimpangan kesejahteraan, beban administrasi, dan keterbatasan sarana pembelajaran masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mendorong aksi nyata.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Guru Nasional 2025 pada 25–26 November menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru. Dengan guru yang sejahtera dan profesional, diharapkan pendidikan Indonesia dapat terus maju dan berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa.
Sinta Milawati berkontribusi dalam penulisan artikel ini.